Alat Musik Siter: Sejarah, Jenis, dan Cara Bermain : mastah.org

Halo para penggemar musik tradisional Indonesia! Kali ini kita akan membahas tentang alat musik siter. Siter adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang memiliki suara yang khas dan indah. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah, berbagai jenis siter, dan cara bermain siter.

Sejarah Siter

Siter adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Bali. Alat musik ini pertama kali ditemukan pada abad ke-14 oleh para pemain gamelan di istana kerajaan Bali. Siter awalnya hanya dimainkan oleh para bangsawan, namun kini sudah menjadi alat musik yang populer di seluruh Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, siter telah mengalami berbagai macam perubahan. Dulu, siter hanya terdiri dari beberapa senar yang dipetik menggunakan jari, namun kini siter sudah memiliki senar yang lebih banyak dan bisa dimainkan menggunakan alat pemotong kuku kaki atau pick.

Meskipun telah mengalami perubahan, siter tetap mempertahankan karakteristiknya yang khas dan indah. Suara siter yang lembut dan merdu sangat cocok untuk dijadikan backsound dalam berbagai acara adat atau upacara keagamaan.

Jenis-jenis Siter

Berikut adalah beberapa jenis siter yang ada di Indonesia:

Jenis Siter Deskripsi
Siter Bali Siter Bali memiliki jumlah senar yang lebih banyak dibandingkan siter Jawa, yaitu sekitar 24 sampai 28 senar. Siter Bali dimainkan dengan cara dipetik menggunakan pick.
Siter Jawa Siter Jawa memiliki jumlah senar yang lebih sedikit dibandingkan siter Bali, yaitu sekitar 15 sampai 17 senar. Siter Jawa dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan.
Siter Sunda Siter Sunda memiliki jumlah senar yang sama dengan siter Jawa, yaitu sekitar 15 sampai 17 senar. Namun, siter Sunda memiliki bentuk yang berbeda dengan siter Jawa. Siter Sunda memiliki bentuk yang lebih ramping dan elegan.

Setiap jenis siter memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda. Siter Bali memiliki suara yang lebih khas dan berat dibandingkan siter Jawa dan Sunda. Sementara itu, siter Jawa memiliki suara yang lebih lembut dan cerah.

Cara Bermain Siter

Berikut adalah cara bermain siter untuk pemula:

1. Mulailah dari Dasar

Sebelum mempelajari teknik-teknik bermain siter yang lebih kompleks, pastikan Anda sudah menguasai dan memahami dasar-dasar bermain siter. Mulailah dengan mempelajari posisi jari-jari tangan atau pick yang benar dan juga bagaimana cara memetik senar dengan benar.

2. Pelajari Akord

Setelah menguasai dasar-dasar bermain siter, selanjutnya pelajari akord-akord dasar yang digunakan dalam bermain siter. Akord-akord dasar ini sangat penting untuk menghasilkan melodi yang indah dan harmonis.

3. Pelajari Teknik Picking

Setelah menguasai dasar-dasar dan akord-akord dasar, selanjutnya pelajari teknik picking atau memetik senar dengan benar. Teknik picking yang baik akan menghasilkan suara yang lebih konsisten dan jernih.

4. Latihan Rutin

Seperti alat musik lainnya, latihan rutin sangat penting untuk menjadi seorang pemain siter yang baik. Lakukan latihan setiap hari selama minimal 30 menit.

5. Bergabung dengan Kelompok Musik Traditional

Jika Anda ingin mengasah kemampuan bermain siter dengan lebih serius, bergabunglah dengan kelompok musik tradisional di kota Anda. Bergabung dengan kelompok ini akan memperluas jaringan Anda, dan juga mengasah kemampuan bermain siter.

FAQ

1. Berapa jumlah senar pada siter Bali?

Jumlah senar pada siter Bali sekitar 24 sampai 28 senar.

2. Bagaimana cara memetik senar pada siter Jawa?

Senar pada siter Jawa dipetik menggunakan jari-jari tangan.

3. Apa saja jenis siter yang ada di Indonesia?

Beberapa jenis siter yang ada di Indonesia adalah siter Bali, siter Jawa, dan siter Sunda.

4. Apa yang harus dipelajari oleh pemula dalam bermain siter?

Pemula sebaiknya memulai dengan mempelajari dasar-dasar bermain siter, akord-akord dasar, dan teknik memetik senar dengan benar.

5. Apa yang harus dilakukan dalam menjaga siter agar tetap awet?

Siter sebaiknya disimpan dalam tempat yang kering dan jauh dari sinar matahari langsung. Siter juga sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang terlalu lembap atau terkena air. Jangan lupa untuk membersihkan siter setelah digunakan untuk menjaga kebersihannya.

Sumber :